KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Kisah Pilu Seorang Nenek Penjual Gorengan Dari Ditabrak Sampe Uang Hasil Jualannya Dicuri Orang


Kalau melihat orang tua yang masih berjualan di usia senjanya, bisa atau tidak membantu, kita semua pasti merasa iba. Usia yang sudah tak lagi muda itu seharusnya tinggal di rumah dan bersuka ria dengan keluarga. Namun, ternyata ada di antara mereka yang memang bekerja keras karena tak mau ongkang-ongkang kaki saja, atau memang bekerja karena tuntutan harus memenuhi kebutuhan keluarga.

Salah satu cerita sedih datang dari seorang nenek bernama Hawati yang tinggal di Ngagel, Surabaya. Ia sehari-hari mengais rezeki dengan menjadi seorang penjual makanan keliling, mulai dari gorengan, kerupuk, hingga kacang. Kegiatan berjualan ini dilakukan dengan mendorong gerobak.

Namun, belum lama perempuan tua berumur 65 tahun, yang dipanggil dengan Mbah Hawati ini dicuri uangnya oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Nominal yang diambil adalah 45 ribu Rupiah, bagi banyak orang jumlah itu memang tak ada apa-apanya, namun, bagi Mbah Hawati itu merupakan jumlah yang banyak.

Setelah mengalami pencurian, ia kemudian viral di berbagai media sosial. Mbah Hawati kemudian menuturkan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Melansir detik.com, Mbah Hawati bercerita bahwa saat itu ia sedang istirahat dan menunaikan salat zuhur. Namun turun dari masjid, ia kaget karena uang yang ditaruh dilaci gerobaknya telah raib.


“Saya jualannya mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.30 WIB. Siangnya itu biasanya saya selalu istirahat dan sembahyang di masjid. Itu pas hari Selasa (10/3),” tuturnya lagi. Ia melihat beberapa orang yang duduk lesehan di masjid, namun tak berani untuk menuduh –karena juga mungkin bukan mereka yang mengambilnya. Tetap tenang, Mbah Hawati kemudian pulang ke rumahnya.

Usia Mbah Hawati memang sudah sepuh, namun semangatnya tak pernah berubah. Ia sudah berjualan selama kurang lebih 25 tahun. Gorengan, kerupuk, dan kacang yang ia jual adalah titipan dari tetangganya. Setiap hari, Mbah Hawati mendorong gerobaknya dari kediamannya di Ngagel, Darmo Kali, hingga Dinoyo. Perjalanan tersebut cukup jauh. Ia mengatakan lagi, kalau misalnya dagangannya habis, maka uang yang akan ia bawa pulang sejumlah 200 hingga 300 ribu. Akan tetapi, Mbah Hawati hanya mendapatkan bagian kurang lebih 50 ribu Rupiah.

Kejadian tak mengenakkan ini bukan kali pertamanya dialami oleh Mbah Hawati. Sebelumnya, Mbah Hawati mengatakan bahwa gerobaknya sudah sering tertabrak sepeda motor, kurang lebih 4 kali, seperti dilansir dari kumparan.com.

Nah, dalam rekaman CCTV masjid, terlihat ada seseorang berbaju biru mendekati gerobak Mbah Hawati dan mengambil uang yang ada di atas gerobak. Semoga saja ya, Mbah Hawati mendapatkan rezeki yang lebih banyak ya. Semangat terus, Mbah!
BAGIKAN SEGERA WhatsApp