Bocah 14 tahun bacok temannya sendiri hingga tewas saat main futsal

Sumber Vivanews.com

Kepolisian menyesalkan tawuran antar dua kelompok Anak Baru Gede yang merenggut satu nyawa di bawah kolong tol di Jalan Warakas VI, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Korban dibacok pelaku di bagian pinggang.


Polisi menegaskan tawuran tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Belum lagi kini wabah virus corona covid-19 tengah merebak. 

Maka itu, diharapkan peran serta orang tua dalam mengawasi anaknya. Mengingat juga kini anak-anak sekolah di Ibu Kota belajar dari rumah buntut wabah corona.

"Anak-anak ini harusnya di rumah, malah cari kegiatan sendiri. Jadi, ini tawuran buat hiburan. Ini buat hiburan mereka lah. Kurang pengawasan orang tua," kata Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Budi Cahyono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 24 Maret 2020.

Diharapkan pengawasan orang tua bisa mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Dalam kasus ini, tersangka yakni HF (14) dikenakan Pasal 351 Ayat 3 KUHP. 

Hal itu buntut HF membuat hilang nyawa korban, MHM (14) yang merupakan temannya sendiri. Tapi, karena pelaku masih di bawah umur maka akan dipakai sistem peradilan anak.

"Kita kenakan Pasal 351 ayat 3 penganiayaan berat mengakibatkan meninggalnya orang lain dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara. Karena pelaku anak-anak, diatur sistem peradilan anak. Putusan dikurangi sepertiga beda dengan orang dewasa," ujarnya.

Nasib nahas menimpa seorang ABG berinisial MHM (14 tahun). Dia meregang nyawa buntut dibacok saat sedang asyik bermain futsal di bawah kolong tol di Jalan Warakas VI, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Luka bacok di pinggang kiri bagian belakangnya," kata Kompol Budi Cahyono, saat dikonfirmasi wartawan, Senin 23 Maret 2020.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel