Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jika Melahirkan Dipinta Uang Untuk Rapid Tes, Laporkan Pihak Rumah Sakit Kesini


Pasien BPJS Kesehatan di Kabupaten Tuban ditarik biaya saat rapid test di RSNU Tuban.

Pasien melahirkan tersebut diketahui bernama Ratna Junita, warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.

Suami pasien, Duraji mengatakan saat itu istrinya kontraksi dan dari dokter merujuk ke RSNU pada Selasa 9 Juni. Tiba di rumah sakit, pasien diminta untuk rapid test berbayar Rp 360 ribu.

Tanpa pikir panjang, dia pun langsung membayar demi keselamatan nyawa istrinya yang mengandung. Namun, Rabu 10 Juni sudah dibolehkan pulang karena kondisi membaik.

Setelah beberapa hari di rumah, Kamis 18 Juni dia kembali membawa istrinya di rumah sakit yang sama karena waktunya melahirkan dan Jumat 19 Juni dibolehkan pulang.

"Iya istri saya disuruh bayar rapid tes, saya juga bingung pasien BPJS disuruh bayar rapid tes. Akhirnya saya lapor ke Jamkeswatch, setelah tadi mediasi akhirnya dikembalikan oleh pihak RSNU," ujar Duraji usai pertemuan melibatkan pihak RS dan BPJS, Senin (29/6/2020)


Sementara itu, Jamkes Watch Jawa Timur, Mustakim menyatakan, setelah keluarga pasien melapor kemudian ditindak lanjuti hingga berujung pertemuan.

Setelah pertemuan yang melibatkan pasien, pihak RS dan BPJS, akhirnya uang yang dibayar keluarga Duraji untuk rapid test  dikembalikan.

Menurutnya, di sini perlu dilakukan evaluasi, karena pemerintah saja menganggarkan orang sehat rapid tes gratis, sementara orang yang sakit dan sudah membayar bulanan BPJS masih diminta bayar rapid tes.

Dia khawatir jika kondisi ini tidak hanya dialami keluarga Duraji, melainkan banyak pasien namun tidak berani melapor.

"Aneh ini, padahal sudah ada MoU dari BPJS maupun persatuan rumah sakit seluruh Indonesia (Prssi) menyatakan pasien tidak boleh dipungut biaya rapid tes, rapid tes juga tidak asal dilakukan kepada semua pasien, harus sesuai dengan indikasi covid-19," terang Mustakim.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Tuban, Heny Ratnawati dikonfirmasi terkait pembayaran rapid tes bagi pasien JKN menyatakan, rapid tes bagi pasien BPJS tidak bayar sesuai ketentuannya memang demikian.

Untuk klaim rapid JKN sudah include INA CBGs yaitu pembayaran dengan sistem "paket", berdasarkan penyakit yang diderita pasien.

Rumah Sakit akan mendapatkan pembayaran berdasarkan tarif INA CBGs, yang merupakan rata-rata biaya yang dihabiskan oleh untuk suatu kelompok diagnosis.

"Rapid tes pasien BPJS tidak bayar sudah ada aturannya, dari kami juga sudah bersurat ke RS terkait hal tersebut," terangnya.

Humas RSNU Tuban, Yani, saat dikonfirmasi malah mempertanyakan dari mana aturan penarikan biaya rapid test untuk pasien BPJS Kesehatan.


Saat dipertegas apakah memang aturan dari rumah sakit menerapkan pembayaran biaya rapid tes bagi pasien JKN, dia mempersilahkan untuk ditanyakan ke pasien yang berkepentingan.

"Silahkan ditanya ke pasien yang berkepentingan," singkatnya.