Berujung Maut, Pukul Kepala Istri hingga Tewas karena Tak Dikasih Uang




Polres Tanjung Jabung (Tanjab) Barat akhirnya mengungkapkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Samlan (59) terhadap istrinya Arbaiyah (35) yang tinggal di Jalan Diponegoro, Lorong Kenangan Lama RT. 024, Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir karena pelaku meminta uang Rp 20 Ribu lantas di pukul dengan kayu yang menyebabkan korban tewas.

Kasat Reskrim Polsek Tanjab Barat, AKP Jan Manto Hasiholan mengatakan kejadian tersebut terjadi pada pukul 05.00 WIB, Minggu (02/08/2020) pagi.

Dari keterangan Kasat Reskrim, Saat itu, tengah bangun dari tidur. Namun, sang istri yang sudah akan pergi bekerja di Pabrik Pinang di Pembengis. Ketika itu, pelaku hendak meminjam uang kepada korban sebesar Rp 20 Ribu.

“Namun dijawab korban, tak ade duit,” sambil lewat di depan pelaku dan korban ada menendang kaki pelaku yang saat itu duduk diruang tengah rumah,” katanya,” Minggu (02/08/2020).

Saat itu, pelaku yang merasa kesal dengan korban langsung mengambil kayu papan sepanjang lebih kurang dengan panjang 92 cm yang ada didalam rumah. Kemudian memukulkan kayu tersebut kearah kepala korban secara berulang kali.

“Lalu pelaku keluar dari rumah menuju rumah ketua RT memberitahukan bahwa pelaku ada bertengkar dengan korban,” ujarnya.

Sesampainya di rumah Ketua RT 24, Pelaku menceritakan kejadian yang telah dilakukannya, kemudian Ketua RT menuju rumah pelaku.

“Selanjutnya dari rumah ketua RT pelaku pulang kerumah mendapati istrinya (korban) sudah tidak ada lagi karena sudah dibawa oleh ambulance, lalu pelaku mengambil air dan membersihkan bekas darah yang ada di kamar menggunakan air yang dibawanya,” ujarnya.

Tak lama, warga sekitar ramai menuju rumah pelaku dan menyarankan pelaku kembali kerumah Ketua RT, tak lama kemudian setelah sampai kembali dirumah Ketua RT Pihak kepolisian mengamankan pelaku ke Mapolres Tanjab Barat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Terus kita bawa ke Mapolres,” ucapnya.

Akibat pukulan benda keras ke kepalanya itu, korban mengamati pendarahan yang mengakibatkannya meninggal dunia. “Akibat hal itu, kata dokter ruang sakit korban meninggal akhirnya, tidak bisa ditolong lagi,” tandasnya.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI