Ngaku Sebagai HRD Perusahaan, Herman Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja Syarat Agar Masuk Kerja



Suherman (24) seorang pengemudi angkot ditangkap petugas kepolisian karena berhasil menipu 11 perempuan yang ingin mencari pekerjaan dengan memasang iklan lowongan palsi di media sosial Facebook.

Modus pelaku adalah berpura - pura sebagai HRD yang bisa masukin kerja seseorang. Pelaku mendapatkan keuntungan antara Rp 500.000 - Rp 1,5 juta bahkan diantaranya ada yang sudah ditidur dirumah pelaku dan tempat kos dengan dalih merupakan syarat agar bisa keterima kerja.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan, terungkapnya kasus ini setelah para korban melapor telah jadi korban penipuan dan pemerasan. Modusnya adalah pelaku memasang iklan lowongan pekerjaan di media sosial Facebook dan mengaku sebagai HRD PT Ultra Jaya.

Ketika ada yang tertarik, pelaku langsung meminta nomor korban dan menjalin komunikasi memalui WA dengan meminta sejumlah uang agar bisa keterima.

"Para korban yang tertarik iklan lowongan itu lalu dimintai uang, ada yang Rp500.000, Rp1 juta, hingga Rp1,5 juta. Totalnya ada 11 korban yang telah terlanjur menstransferkan uang ke pelaku," kata Yoris yang didampingi Kasatreskrim, AKP Yohannes Redhoi Sigiro saat gelar perkara kasus ini di Mapolres Cimahi, Senin (3/8/2020).

Pelaku juga meminta kepada para korbannya untuk mengirimkan foto bugil sebagai syarat tes fisik kesehatan masuk kerja. Namun itu hanya modus pelaku karena foto bugil para korban yang dikirimkan menjadi senjata pelaku untuk memeras korban. Korban dimintai sejumlah uang tambahan sambil mengancam jika tidak ditransfer maka foto-foto tersebut disebarkan di medsos.

"Pelaku ini sehari-hari berprofesi sebagai sopir tapi mengaku HRD. Dia dijerat dengan Pasal 372 tentang Penggelapan, 378 tentang Penipuan, serta UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi pasal 35 dan terancam hukuman 12 tahun penjara," sebutnya.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI