Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bantu Saudara Pinjam Uang Ke Renternir, Rumah Malah Melayang


Salah seorang Ibu Rumah Tangga inisial Upik, tinggal di Dusun Kecamatan Bathin III Kabupaten Muarabungo, terpaksa harus kehilangan tanah beserta bangunan rumah yang sudah mereka tempati bertahun-tahun lamanya, lantaran ditarik rentenir.   

Upik beserta keluarga menghadapi masalah yang sangat pelik. Karena ia harus membayar pinjaman uang ke rentenir yang mana uang tersebut tidak pernah ia gunakan. Kepada wartawan Upik menceritakan awal ia meminjam uang ke rentenir.

Diceritakan Upik, ia meminjam uang ke rentenir sebesar Rp 35 juta untuk membantu kerabatnya bernama Dahlia yang bekerja sebagai PNS pada akhir tahun lalu. Dengan perasaan tidak enak hati mendengar keluhan kerabatnya tersebut, ia nekat untuk menggadaikan sertifikat tanah beserta rumahnya kepada rentenir di Pasar Bawah Rp35 juta dengan potongan administrasi, sehingga bersih yang ia terima Rp30 jutaan dengan kesepakatan dalam satu bulan pinjaman tersebut akan dilunasi. Karena tidak mampu melunasi pinjaman tersebut, nilai pinjaman terus naik hingga Rp 110 juta.

Yang menyedihkan lagi, kerabat Upik bernama Dahlia tersebut diduga telah melarikan diri sehingga Upik tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Dahlia. Dalam kondisi panik bercampur bingung, ia tetap mencari cara membayar tagihanya. Salah satunya menjual tanah, namun tidak cukup juga. “Saya tak pernah lari. Sepahit apapun saya hadapi masalah ini,” tuturnya.

Perempuan berusia 43 tahun ini tidak pernah lari dari kejaran para rentenir. Upik selalu membukakkan pintu dan menghadapi para rentenir saat suaminya berangkat kerja. Semua barang-barang mewah ludes terjual untuk membayar tagihan.

Selanjutnya ia di paksa untuk membayar Rp85 juta kalau tidak rumah akan menjadi milik rentenir, kesepakatan dibuat secara sepihak dengan perjanjian baru yakni surat jual beli rumah. Bulan lalu Upik keluar dari rumahnya.

Tak selesai di situ ia juga di takut-takuti oknum polisi yang diminta pihak rentenir, agar rumahnya dikosongi. Dari perkataan tersebut ia dengan suaminya serta anaknya keluar rumah, berjalan kaki mencari kontrakan.

Suatu hari, Upik memberanikan diri untuk melaporkan kejadian ini kepada Polres Bungo. Namun, di Polres, pihak kepolisian malah menyampaikan kepada Upik, bahwa dirinya tidak kan menang karena tidak memiliki bukti-bukti yang kuat.

Remi salah satu tetangga Upik mengatakan, selama ini Upik dikenal sebagai seorang IRT yang pendiam. Remi melihat Upik diusir dari rumahnya oleh seorang oknum polisi yang tidak lain adalah menantu rentenir itu sendiri. “Selebihnya saya tahu ia orang lemah dan tidak mengerti hukum,kalau nak jelas lagi tanya sama pak RT saja,”ucap Remi.  Saat ini Upik bersama keluarganya tinggal di rumah kontrakan.