Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BERBAHAYA !! Kangkung Mematikan, Anak Ini MeninggaI Karena Lintah dalam Perut



Berita tentang orang asal Solo yang meninggal setelah memakan kangkung tersebar di berbagai platform media sosial. Dalam narasinya, diduga terdapat lintah dalam kangkung tersebut.

Dijelaskan pula kronologi kematian pemuda asal Solo itu. Pemuda bernama Rifai tersebut sudah merasakan sakit perut selama dua hari, kemudian orangtaunya membawa dia ke klinik di Yogyakarta.

Diketahui Rifai menderita sakit diare. Meski sudah bermacam obat dikonsumsi, ia tak kunjung sembuh.

Sayuran merupakan salah satu asupan yang baik untuk tubuh manusia. Makan sayur dengan teratur bisa membuat tubuh lebih sehat.

Salah satu sayuran yang sering dijadikan lauk nasi adalah kangkung. Kangkung dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes, kerusakan hati, dan dehidrasi.

Kabar itu kemudian diklarifikasi Tim Jabar Saber Hoaks. Dilaporkan, pemuda asal Solo itu terserang diare, disebabkan lintah yang masuk ke ususnya. Sebelum meninggal, pemuda tersebut memakan tumis kangkung.


Dikutip Pikiran Rakyat dari unggahan Jabar Saber Hoaks di akun media sosialnya, Kamis 6 Januari 2020, dijelaskan bahwa berita itu sudah beredar sejak 2015.

"Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dari divisi Gastroneologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, belum pernah diketahui terjadi kasus semacam itu.


Selama ini, parasit yang ditemukan di pencernaan manusia adalah cacing, bukan lintah.

Dijelaskan pula, untuk mengantisipasi masuknya cacing ke saluran pencernaan, Ari mengingatkan untuk memasak sayuran hingga matang.

Jika memakan sayuran mentah sebagai lalapan, pastikan telah benar-benar dicuci bersih.

KANGKUNG MEMATIKAN, PEMUDA DI SOLO MENINGGAL KARENA LINTAH DALAM KANGKUNG
.
[DISINFORMASI]
Berdasarkan aduan yang masuk ke Tim Jabar Saber Hoaks. Diunggah pada media sosial sebuah informasi yang menyebutkan kabar meninggal dunia seorang pemuda asal solo akibat diare yang disebabkan adanya lintah yang masuk dan berkembang biak pada perut. Disebutkan pula bahwa sebelumnya pemuda itu memakan tumis kangkung.
Setelah kami melakukan penelusuran, ini merupakan hoaks lama yang pernah beredar pada tahun 2015 lalu.
.
[PENJELASAN]
Faktanya menurut Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan belum pernah mendapati kasus semacam itu. Selama ini parasit yang ditemukan di dalam pencernaan manusia adalah cacing dan bukan lintah. Dijelaskan pula bahwa untuk mengantisipasi masuknya cacing pada saluran pencernaan, dr Ari mengingatkan untuk memasak sayuran hingga matang. Jikapun memakan sayuran mentah sebagai lalapan pastikan telah benar-benar dicuci sampai bersih. Selain itu ada baiknya minum obat cacing secara teratur, yakni enam bulan sekali.