Narkoba Senilai Rp 1,8 Miliar Di Blender Kemarin


 

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Jumat (11/9/2020) memusnahkan barang bukti Narkoba senilai Rp 1,8 miliar, terdiri dari; sabu seberat 1,8 Kg atau 1.839.09 gram dan 350 butir ekstasi.

Sebelum dimusnahkan barang bukti dicek keasliannya oleh Tim Labfor Polda Sumsel. Setelah itu, sabu dan ekstasi dicampur deterjen untuk menghilangkan kandungan zat Narkoba. Lalu sabu dan ekstasi diblender hingga menjadi bubur, kemudian dibuang ke parit yang ada di Mapolda Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol, Heri Istu Hariono mengatakan, barang bukti tersebut diamankan dari pengungkapan kasus berdasarkan 7 laporan kepolisian yang para tersangkanya ditangkap di lokasi dan dengan kasus berbeda.

Adapun para tersangka tersebut, terdiri dari; Siswadi alias Toni Nuryadi warga Dusun 2 Sungai Ceper Kabupaten OKI, Hebdri Sulaiman warga Jalan Dusun 1 Kelurahan Alai Selatan Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim, Erel Erlangga warga 32 Ilir Kecamatan IB II Palembang.

Kemudian, tersangka Abdul Rahmat dan Wahyu Saputra yang keduanya warga Dusun 3 Sukarami Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Tiwarno alias Warno warga Desa Karang Agung Kecamatan PALI, Yukoko alias Riko warga Jalan Taqwa Merah Mata Lorong Madya Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang.

Lalu, tersangka Mamas Yitno warga Jalan Praja Gupta Kelurahan Sematang Borang Kecamatan Srimulya Palembang, Ari Wijaya warga Dusun 1 Kelurahan Talang Ubi Kecamatan Penukal Abab Lematang Ilir PALI.

Selanjutnya, tersangka Darmawan alias Mawan warga Jalan Tangga Takat Palembang, Derry Irawan warga Jalan Kopral Urip Plaju Ilir Palembang, serta Abdurrahman dan Wahyu Saputra yang keduanya warga Dusun 3 Sukarami Kecamatan Sekayu Muba.

“Adapun nominal barang bukti Narkoba jenis sabu dan ekstasi yang dimusnahkan, yakni senilai Rp 1,8 miliar. Dengan pengungkapan kasus ini Polda Sumsel juga berhasil menyelamatkan 11.700 jiwa generasi muda dari bahayanya Narkoba,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, pemusnahan barang bukti yang dilakukan merupakan amanat Pasal 91 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkoba dan Pasal 45 ayat 4 KUHAP, yang mewajibkan kepada penyidik untuk melakukan pemusnahan barang bukti sitaan yang sifatnya dilarang dan terlarang, yakini Narkoba.

“Disamping itu, pemusnahan barang bukti juga untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan barang bukti oleh aparat hukum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya


Sumber : koransn.com/narkoba-senilai-rp-18-miliar-dimusnahkan

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI